web site hit counter

Download skripsi, tesis dan disertasi jurusan biomedik

Download ratusan skripsi, tesis dan disertasi jurusan biomedik hanya di skripsi.co.id

Download skripsi gratis jurusan biomedik

Skripsi, tesis dan disertasi jurusan biomedik

  1. GAMBARAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI RSUP H. ADAM MALIK ______ TAHUN 2009.
  2. GAMBARAN PENDERITA TRAUMA KEPALA DI UNIT GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT HAJI ADAM MALIK ______ TAHUN 2009.
  3. GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA SMA NEGERI 5 ______ TERHADAP JERAWAT TAHUN 2010.
  4. KARAKTERISTIK PENDERITA KANKER SERVIKS YANG DIRAWAT INAP DI RSUP. H. ADAM MALIK ______ TAHUN 2009.
  5. KESADARAN PENDERITA TUBERKULOSIS (TB) PARU TERHADAP PENGOBATAN SECARA TUNTAS DI PUSKESMAS GLUGUR DARAT.
  6. KONSEP DIRI DAN KECEMASAN WANITA PENDERITA KANKER PAYUDARA DI POLI BEDAH ONKOLOGI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK ______
  7. PENGALAMAN KELUARGA DENGAN ANAK YANG MENDERITA PENYAKIT KRONIS
  8. PENGARUH DISCHARGE PLANNING YANG DILAKUKAN OLEH PERAWAT TERHADAP KESIAPAN PASIEN PASCA BEDAH AKUT ABDOMEN MENGHADAPI PEMULANGAN DI RSUP H. ADAM MALIK ______
  9. PENGARUH MEROKOK TERHADAP PH DAN AKTIVITAS ENZIM AMILASE AIR LIUR PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ______ (FK USU) ANGKATAN 2007
  10. PENGETAHUAN DOKTER MUDA (CO-ASS) DI RSUP HAJI ADAM MALIK ______ TENTANG PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK RADIOLOGI FOTO TORAKS
  11. PENGETAHUAN PENARIK BECAK SEKITAR UNIVERSITAS ______ TENTANG NYERI PUNGGUNG BAWAH
  12. ERBANDINGAN KADAR TROMBOSIT PADA IBU HAMIL NORMAL, PENDERITA PRE-EKLAMSIA DAN EKLAMSIA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT H. ADAM MALIK ______.
  13. PERILAKU PERAWAT DALAM PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUANG RINDU A, RINDU B, ICU, IGD, RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK ______
  14. PERSEPSI PERAWAT TERHADAP PRINSIP PERAWATAN ATRAUMATIK PADA ANAK DI RUANG III RSU DR. PIRNGADI ______
  15. PREVALENSI RETINOPATI HIPERTENSI DI RSUP H. ADAM MALIK ______ PERIODE AGUSTUS 2008 - AGUSTUS 2010
  16. TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA SEMESTER V DAN VII TAHUN 2010/2011 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ______ MENGENAI AVIAN INFLUENZA
  17. UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL, FRAKSI N-HEKSANA DAN ETILASETAT DAUN SIDAGURI (SIDA RHOMBIFOLIA L.) TERHADAP BEBERAPA BAKTERI.
  18. HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA S1 KEPERAWATAN SEMESTER III KELAS EKSTENSI PSIK FK USU ______
  19. KEBIASAAN IBU DALAM MELAKUKAN PERAWATAN NIFAS DI NAGORI RAYA HULUAN
  20. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSEP DIRI PADA NARAPIDANA REMAJA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIA ANAK TANJUNG GUSTA ______
  21. MEKANISME KOPING PASANGAN INFERTILITAS DI KECAMATAN SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL
  22. HUBUNGAN GAMBARAN DIRI DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU MASA MENOPAUSE DI KELURAHAN LHOK KEUTAPANG TAPAKTUAN
  23. STRES DAN KOPING LANSIA PADA MASA PENSIUN DIKELURAHAN PARDOMUAN KEC. SIANTAR TIMUR KOTAMADYA PEMATANGSIANTAR TAHUN 2008
  24. PENGARUH PEMBERIAN YOGHURT KEDELAI HITAM (BLACK SOYGHURT) TERHADAP PROFIL LIPID SERUM TIKUS HIPERKOLESTEROLEMIA.  
  25. HUBUNGAN ANTARA RESTING METABOLIC RATE (RMR) DENGAN KOMPOSISI TUBUH PADA ANAK OBESITAS.  
  26. Perbandingan Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana Linn) dengan Ketokonazole 2% dalam Menghambat Pertumbuhan Pityrosporum Ovale pada Ketombe.  
  27. FAKTOR RISIKO KOLONISASI Staphylococcus aureus PADA NEONATUS.   
  28. PERBEDAAN INFESTASI Cryptosporidium parvum ANTARA DIARE DAN TIDAK DIARE PADA PASIEN HIV/AIDS DI RSUP Dr.KARIADI SEMARANG.  
  29. PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO RINITIS ALERGI PADA SISWA SEKOLAH UMUR 16-19 TAHUN DI KODYA SEMARANG (Studi Kasus pada Siswa SMA N 3 dan SMA N 12 Semarang ).  
  30. FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP STATUS KOGNITIF PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE-2 LANJUT USIA.  
  31. PERBANDINGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN UMUM DENGAN PENGGUNA KARTU ASKES DI PELAYANAN DOKTER KELUARGA PT. ASKES.  
  32. FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA PENGETAHUAN DOKTER UMUM MENGENAI PENYAKIT GLAUKOMA.  
  33. HUBUNGAN ANTARA RETIKULOSIT DAN INDEKS RETIKULOSIT DENGAN KADAR HEPSIDIN PADA CARRIER TALASEMIA β.  
  34. PENGARUH PEMBERIAN INDUKSI ANESTESI ETOMIDATE 0,2 mg/kgBB TERHADAP KADAR GULA DARAH.  
  35. PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN KELOPAK KERING BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa) TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA PREHIPERTENSI DAN HIPERTENSI GRADE 1 YANG DIEDUKASI GAYA HIDUP SEHAT.  
  36. PENGARUH PEMBERIAN SIMUNOX TERHADAP JUMLAH LIMFOSIT T PERIFER PADA MANUSIA SEHAT.  
  37. PENGARUH LATIHAN SENAM TAI CHI TERHADAP ARUS PUNCAK EKSPIRASI PADA WANITA USIA 50 TAHUN KE ATAS.  
  38. PENGARUH PEMBERIAN DECOCTA DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS WISTARYANG DIBERI BEBAN GLUKOSA.  
  39. PENGARUH DECOCTA BUAH PARE ( Momordica charantia L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS WISTAR YANG DIBERI BEBAN GLUKOSA.   
  40. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA RESISTENSI RIFAMPICIN DAN / ISONIAZID PADA PASIEN TUBERCULOSIS PARU DI BKPM SEMARANG.  
  41. PENGARUH FAKTOR USIA IBU TERHADAP KELUARAN MATERNAL DAN PERINATAL PADA PERSALINAN PRIMIGRAVIDA DI RS DR. KARIADI SEMARANG.  
  42. PENGARUH FREKUENSI KONSELING GIZI DAN GAYA HIDUP TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH, LINGKAR PINGGANG, TEKANAN DARAH, DAN GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS.  
  43. RERATA WAKTU PENGGUNAAN VENTILATOR PADA PASIEN SURGICAL ICU RS.DR.KARIADI SEMARANG .  
  44. HUBUNGAN HIGIENE PERSEORANGAN, SANITASI LINGKUNGAN DAN STATUS GIZI TERHADAP KEJADIAN SKABIES PADA ANAK (Studi kasus di Sekolah Dasar Negeri 3 Ngablak, Magelang).  
  45. PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN HES 6 % DALAM RINGER LAKTAT DENGAN HES 6 % DALAM NORMAL SALINE TERHADAP NILAI STRONG ION DIFFERENCE PASIEN SECTIO CAESARIA DENGAN ANESTESI SPINAL.  
  46. PERBANDINGAN TINGKAT AKURASI ANTARA TES WIDAL DENGAN TES TUBEX PADA ANAK DENGAN DEMAM TIFOID DI SEMARANG.  
  47. UJI DIAGNOSTIK TES SEROLOGI WIDAL DIBANDINGKAN DENGAN KULTUR DARAH SEBAGAI BAKU EMAS UNTUK DIAGNOSIS DEMAM TIFOID PADA ANAK DI RSUP Dr. KARIADI SEMARANG.  
  48. UJI DIAGNOSTIK TES SEROLOGI WIDAL DIBANDINGKAN DENGAN KULTUR DARAH SEBAGAI BAKU EMAS UNTUK DIAGNOSIS DEMAM TIFOID PADA ANAK DI RSUP Dr. KARIADI SEMARANG.  
  49. BERBAGAI FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA.  
  50. PERBEDAAN KUALITAS HIDUP ANAK DENGAN SINDROM NEFROTIK RESISTEN STEROID DAN SINDROM NEFROTIK RELAPSE.  
  51. PENGARUH PREEKLAMSIA BERAT PADA KEHAMILAN TERHADAP KELUARAN MATERNAL DAN PERINATAL DI RSUP DR KARIADI SEMARANG TAHUN 2010.  
  52. PENGARUH PENGGUNAAN MAGNESIUM SULFAT UNTUK MENCEGAH MENGGIGIL PASCA ANESTESI TERHADAP KADAR MAGNESIUM DARAH.  
  53. FAKTOR RISIKO KOLONISASI Staphylococcus aureus PADA ATLET SEPAK BOLA di SEMARANG RISK FACTORS OF Staphylococcus aureus COLONIZATION IN SOCCER ATHLETES IN SEMARANG.  
  54. PERBEDAAN ANTARA NILAI ARUS PUNCAK EKSPIRASI SEBELUM DAN SESUDAH OLAHRAGA RENANG SELAMA DUA BELAS MINGGU.  
  55. HUBUNGAN ANTARA FUNGSI GINJAL DAN KADAR ALBUMIN TERHADAP LAMA PENURUNAN BERAT BADAN PADA ANAK DENGAN SINDROM NEFROTIK.  
  56. UJI TOKSISITAS AKUT BIOPIGMEN KAROTENOID SIMBION BAKTERI DENGAN INVERTEBRATA LAUT (KAJIAN TERHADAP GINJAL MENCIT BALB/C).  
  57. PENGARUH PEMBERIAN DEKONTAMINASI ORAL POVIDONE IODINE 1% TERHADAP CLINICAL PULMONARY INFECTION SCORE PADA PENDERITA DENGAN VENTILATOR MEKANIK.  
  58. PENGARUH INDEKS MASSA TUBUH PADA WANITA SAAT PERSALINAN TERHADAP KELUARAN MATERNAL DAN PERINATAL DI RSUP DR. KARIADI.  
  59. PENGARUH KEMORADIASI DENGAN CISPLATIN TERHADAP FUNGSI GINJAL PADA PASIEN KARSINOMA SERVIKS.  
  60. MULTIPARITAS SEBAGAI RISIKO STROKE ISKEMIK PADA PASIEN RUMAH SAKIT DR. KARIADI SEMARANG.  
  61. SPEKTRUM KLINIS KOINFEKSI HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) DENGAN HEPATITIS B VIRUS (HBV) DAN HEPATITIS C VIRUS (HCV) DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG.  
  62. PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN TERHADAP PENCEGAHAN INFEKSI.  
  63. UJI DIAGNOSTIK PEMERIKSAAN IMMUNOCHROMATOGRAPHIC TUBERCULOSIS (ICT TB) DIBANDINGKAN DENGAN PEMERIKSAAN BTA SPUTUM PADA TERSANGKA PENDERITA TB PARU DI RSUP DR KARIADI SEMARANG.  
  64. PENGARUH PEMBERIAN INDUKSI ANESTESI ETOMIDATE 0,4mg/kgBB TERHADAP KADAR GULA DARAH.  
  65. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica Papaya L) 100% TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DARI PIODERMA.  
  66. FAKTOR RISIKO DAN PENGARUH KLINIS INFEKSI CARBAPENEM-RESISTANT Acinetobacter sp. DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG.  
  67. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK SPIRULINA TERHADAP INDEKS APOPTOSIS SEL T47D.  
  68. PENGARUH CARA PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS MIKROBIOLOGI AIR : Penelitian Pada Wadah Berbahan Dasar Tanah Liat dan Plastik.  
  69. Manajemen Pilek Alergi: Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Hidup. Documentation. Fakultas Kedokteran .
  70. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP, PRAKTEK KELUARGA TENTANG PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TLOGOSARI WETAN KOTA SEMARANG.  
  71. EFEK JUS TOMAT TERHADAP JUMLAH TOTAL LEUKOSIT DAN NEUTROFIL TIKUS WISTAR YANG LEUKOSITOSIS SETELAH DIBERI PAPARAN ASAP ROKOK.  
  72. PERBEDAAN ANGKA KEPATUHAN CUCI TANGAN PETUGAS KESEHATAN DI RSUP DR. KARIADI : Studi di Bangsal Bedah, Anak, Interna, dan ICU.  
  73. RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA DALAM PENATALAKSANAAN HORDEOLUM DI BAGIAN MATA RSUP DR. KARIADI.  
  74. RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA DALAM PENATALAKSANAAN KONJUNGTIVITIS DI BAGIAN MATA RSUP DR. KARIADI.  
  75. KORELASI ANTARA LAMA DEMAM DENGAN KADAR IgM DAN IgG ANAK YANG MENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE.  
  76. FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DENGAN RESISTENSI OBAT TUBERKULOSIS DI WILAYAH JAWA TENGAH.  
  77. Perbandingan Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.)dengan Ketokonazol 2% dalam Menghambat Pertumbuhan Candida sp. pada Kandidiasis Vulvovaginalis.  
  78. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BALITA 6-24 BULAN.  
  79. HUBUNGAN ANTARA 4 PILAR PENGELOLAAN DIABETES MELITUS DENGAN KEBERHASILAN PENGELOLAAN DIABETES MELITUS TIPE 2.  
  80. PENGARUH PEMBERIAN PROPOFOL 2,5 mg/ kgBB INTRAVENA TERHADAP AGREGASI TROMBOSI.  
  81. HUBUNGAN PENGALAMAN KERJA DOKTER PUSKESMAS KOTA SEMARANG DENGAN PENGETAHUAN PENYAKIT JANTUNG ANAK.  
  82. HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN DAN KESULITAN ANAK (MENTAL-EMOSIONAL) DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA.  
  83. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE 2 ( Studi Kasus di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Dr. Kariadi).  
  84. FREKUENSI PERNAFASAN SEBAGAI INDIKATOR ADANYA EFUSI PLEURA PADA DEMAM BERDARAH DENGUE ANAK DI RSUP Dr. KARIADI SEMARANG.  
  85. ANGKA HARAPAN HIDUP DUA TAHUN PENDERITA LOW GRADE GLIOMA DAN HIGH GRADE GLIOMA YANG MENDAPATKAN TERAPI RADIASI.  
  86. PREVALENSI INFEKSI AMEBIASIS PADA SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH ISLAMIYAH DESA SIMBANG WETAN KECAMATAN BUARAN PEKALONGAN, JAWA TENGAH.  
  87. PERBEDAAN EFEKTIVITAS CHLORHEXIDINE DAN POVIDONE IODINE SEBAGAI ORAL HYGIENE PADA PENDERITA DENGAN VENTILATOR MEKANIK DI ICU YANG DINILAI DENGAN SEKRET TRAKHEA.  
  88. KEJADIAN DAN TINGKAT DEPRESI PADA LANJUT USIA: Studi perbandingan di panti wreda dan komunitas.  
  89. HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PARTISIPASI IBU DI POSYANDU DENGAN STATUS GIZI BALITA.  
  90. HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN PASIEN TERHADAP KEPUASAN PEMBERIAN INFORMED CONSENT DI BAGIAN BEDAH RSUP DR. KARIADI SEMARANG(MEI-JUNI 2011).  
  91. EFEK VITAMIN E TERHADAP JUMLAH TOTAL LEUKOSIT DAN NEUTROFIL TIKUS WISTAR YANG LEUKOSITOSIS SETELAH DIBERI PAPARAN ASAP ROKOK.  
  92. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN ORANGTUA DENGAN PERILAKU KESEHATAN PADA ANAK SINDROMA NEFROTIK.  
  93. PENGARUH PEMBERIAN SIMVASTATIN TERHADAP FUNGSI MEMORI JANGKA PENDEK TIKUS WISTAR HIPERLIPIDEMI.  
  94. PERBEDAAN STATUS ERUPSI GIGI MOLAR KETIGA MANDIBULA PADA PENDUDUK DESA DAN KOTA.  
  95. PENGARUH PEMBERIAN TOLAK ANGIN ANAK CAIR TERHADAP KADAR NITRIT OKSIDA (NO) PADA MENCIT SWISS.  
  96. HUBUNGAN ANTARA DERAJAT DIFERENSIASI DENGAN ADANYA RESEPTOR ESTROGEN PADA PENDERITA KARSINOMA PAYUDARA JENIS DUKTUS INVASIF.
  97. Faktor Risiko dan Sistem Skor sebagai Prediksi OSAS pada Anak.
  98. PERTUMBUHAN Streptococcus pneumoniae PADA AGAR DARAH MANUSIA DAN AGAR DARAH DOMBA.  
  99. PERBANDINGAN KEJADIAN SPASME LARING PADA TEKNIK EKSTUBASI SADAR “TANPA SENTUH” DAN TEKNIK EKSTUBASI SADAR DENGAN LIDOKAIN INTRAVENA PADA OPERASI TONSILEKTOMI DENGAN ATAU TANPA ADENOIDEKTOMI.  
  100. HUBUNGAN ANTARA LAMA MASA KERJA DENGAN KEJADIAN GINGIVAL LEAD LINE PADA TUKANG PARKIR DI KOTA SEMARANG.  
  101. PERBANDINGAN KEJADIAN SPASME LARING PADA TEKNIK EKSTUBASI SADAR “TANPA SENTUH” DAN TEKNIK EKSTUBASI SADAR DENGAN LIDOKAIN TOPIKAL PADA OPERASI TONSILEKTOMI DENGAN ATAU TANPA ADENOIDEKTOMI.  
  102. UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK MENIRAN (Phyllanthus niruri, L) TERHADAP GINJAL MENCIT BALB/C.  
  103. PENGARUH SERUMEN OBSTURAN TERHADAP GANGGUAN PENDENGARAN (Studi Kasus Pada Siswa Kelas V SD di Kota Semarang).  
  104. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH DUKUN BAYI.  
  105. PENGARUH PEMBERIAN SIMUNOX TERHADAP KADAR INTERFERON GAMMA (IFN- ) PADA MENCIT SWISS.  
  106. PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN KELOPAK KERING BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA) TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA SERUM TIKUS SPRAGUE-DAWLEY HIPERKOLESTEROLEMIK.  
  107. EFEKTIFITAS EKSTRAK JAHE (ZINGIBER OFFICINALE ROSC.) 3,13% DIBANDINGKAN KETOKONAZOL 2% TERHADAP PERTUMBUHAN MALASSEZIA SP. PADA KETOMBE.  
  108. EFEK MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILICUM) SEBAGAI ANTI DEPRESAN PADA TIKUS WISTAR: DITINJAU DARI IMMOBILITY TIME DENGAN METODE FORCED SWIM TEST.  
  109. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERHASILAN PELAKSANAAN “POSYANDU MODEL”.  
  110. NEUROLOGICAL DISORDER AMONG PREMUTATION CARRIERS OF FRAGILE X SYNDROME AT SEMIN, GUNUNG KIDUL REGENCY.  
  111. PENGARUH PEMBERIAN TEH HITAM TERHADAP KADAR SGOT DAN SGPT MENCIT BALB/C.  
  112. KONSUMSI SOFT DRINK SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERJADINYA OBESITAS PADA REMAJA USIA 15-17 TAHUN (Studi Kasus di SMUN 5 Semarang). Media Medika Muda (M3)
  113. PERBEDAAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI BRONKUS ANTARA INJEKSI HCL DAN CAIRAN LAMBUNG INTRATRACHEAL PADA MODEL SINDROM ASPIRASI PARU TIKUS WISTAR.  
  114. PENGARUH OLAHRAGA TERHADAP SIKLUS HAID ATLIT.  
  115. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN Cyclea barbata L. Miers TERHADAP MORFOLOGI SPERMATOZOA MENCIT BALB/C JANTAN YANG DIPAPAR ASAP ROKOK.  
  116. PERBEDAAN HISTOPATOLOGIS ALVEOLUS ANTARA INJEKSI HCL DENGAN CAIRAN LAMBUNG INTRATRACHEAL PADA MODEL SINDROM ASPIRASI PARU TIKUS WISTAR.  
  117. PENGARUH EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica Val) TERHADAP JUMLAH GELIATAN MENCIT BALB/C YANG DIINJEKSI ASAM ASETAT 0,1%.  
  118. HUBUNGAN ANTARA DEPRESI DENGAN PERILAKU ANTISOSIAL PADA REMAJA DI SEKOLAH.  
  119. PENGARUH PEMBERIAN DEKSTROMETORFAN DOSIS BERTINGKAT PER ORAL TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS WISTAR.  
  120. PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN PASIEN MIELOMA MULTIPEL PADA BERBAGAI STADIUM (Studi Observasional di RSUP Dr. Kariadi).  
  121. PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN BESI TERHADAP KELELAHAN OTOT.  
  122. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN MATA.  
  123. PENGARUH PEMBERIAN DOSIS BERTINGKAT METANOL50 % PER ORAL TERHADAP TINGKAT KERUSAKAN SEL HEPAR PADA TIKUS WISTAR.  
  124. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT PEMAHAMAN IBU HAMIL TERHADAP PESAN ANTENATAL CARE YANG TERDAPAT DI DALAM BUKU KIA.  
  125. PERBEDAAN EFEK VARIASI DOSIS PAPARAN ARUS LISTRIK SECARA LANGSUNG TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGIK OTOT GASTROCNEMIUS POINT OF CONTACT LISTRIK DENGAN OTOT GASTROCNEMIUS EKSTREMITAS KONTRALATERAL TIKUS WISTAR.  
  126. UJI TOKSISITAS AKUT MONOCROTOPHOS DOSIS BERTINGKAT PER ORAL DILIHAT DARI GAMBARAN HISTOPATOLOGIS OTOT JANTUNG MENCIT BALB/C.  
  127. PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN KELOPAK KERING BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL SERUM TIKUS SPRAGUE-DAWLEY HIPERKOLESTEROLEMIK.  
  128. HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU TENTANG FAKTOR RISIKO PENYAKIT SEREBROVASKULAR TERHADAP KEJADIAN STROKE ISKEMIK.  
  129. PERBEDAAN EFEK VARIASI DOSIS PAPARAN ARUS LISTRIK MELALUI MEDIUM AIR TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGIK OTOT GASTROCNEMIUS EKSTREMITAS KIRI DEPAN DENGAN KIRI BELAKANG TIKUS WISTAR.  
  130. OSAS pada Kasus-kasus THT Anak. In: CPD II IKA Semarang, 24 April 2010., Semarang. 
  131. PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN PASIEN MULTIPEL MIELOMA PADA BERBAGAI TAHAP PEMBERIAN KEMOTERAPI ( Studi Observasional di RSUP Dr. Kariadi Semarang).
  132. PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP HITUNG JENIS LEUKOSIT MENCIT BALB/C.  
  133. PERBANDINGAN EFEKTIVITAS AIR PERASAN BUAH NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) 100%, ZINC PYRITHIONE 1% DAN KETOKONAZOL 1% SECARA INVITRO TERHADAP PERTUMBUHAN Pityrosporum ovale.  
  134. PERBEDAAN TEKANAN INTRAOKULER PASCA OPERASI IRIDEKTOMI PERIFER DAN LASER IRIDOTOMI PADA GLAUKOMA PRIMER SUDUT TERTUTUP AKUT PERIODE 1 JANUARI 2004 –31 DESEMBER 2007 DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG.  
  135. PENGARUH AKUT PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL KULIT AKAR SENGGUGU ( Clerodendron serratum Spreng ) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGIS GINJAL MENCIT Balb/c.  
  136. PEMISAHAN MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum ) SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DAN AKTIVITASNYA TERHADAP Malassezia furfur IN VITRO.  
  137. AKURASI DAN RELIABILITAS EKSTERNA TES AMIN DALAM MENAPIS BACTERIAL VAGINOSIS PADA IBU HAMIL.  
  138. PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI TOLAK ANGIN CAIR DAN KLORAMFENIKOL TERHADAP SURVIVAL RATE MENCIT BALB/C YANG DIINFEKSI SALMONELLA TYPHIMURIUM.  
  139. PENGARUH KONSUMSI PERMEN KARET YANG MENGANDUNG XYLITOL TERHADAP PEMBENTUKAN PLAK GIGI.  
  140. PENGARUH PEMBERIAN POLIFENOL TEH HIJAU TERHADAP SEBUKAN SEL MONONUKLEAR DI SEKITAR JARINGAN ADENOCARCINOMA MAMMAE MENCIT C3H.  
  141. PEMISAHAN MINYAK ATSIRI KAYU MANIS (Cinnamomum zeylanicum) SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DAN AKTIVITAS ANTIJAMUR TERHADAP MALASSEZIA FURFUR IN VITRO.  
  142. PERBEDAAN POLA PENYEBARAN VIRUS INFLUENZA PADA PENDERITA INFLUENZA LIKE ILLNESS DI PULAU JAWA BERDASARKAN UJI REAL TIME REVERSE TRANSCRIPTASE-POLYMERASE CHAIN REACTION.  
  143. AKURASI DAN RELIABILITAS EKSTERNA PH VAGINA DALAM MENAPIS BACTERIAL VAGINOSIS PADA IBU HAMIL.  
  144. PEMISAHAN MINYAK ATSIRI RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Rosc) SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DAN AKTIVITASNYA TERHADAP JAMUR Malassezia furfur IN VITRO.  
  145. KESESUAIAN HASIL IDENTIFIKASI ALERGEN PADA PENDERITA DENGAN RIWAYAT DERMATITIS ATOPIK MENGGUNAKAN METODE WAWANCARA (ANAMNESIS) DAN METODE TES TUSUK KULIT.  
  146. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN JATI BELANDA DOSIS BERTINGKAT TERHADAP HEPAR TIKUS WISTAR.  
  147. PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK NANAS 100% DENGAN KETOKONAZOL 2% SECARA IN VITRO TERHADAP PERTUMBUHAN Pityrosporum ovale PADA KETOMBE.  
  148. PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN RADIOLOGIK MASTOID DENGAN HASIL PEMERIKSAAN KLINIK PADA PENDERITA OTITIS MEDIA KRONIK AKTIF DENGAN DAN TANPA MASTOIDITIS.  
  149. MANIFESTASI KLINIS DAN LABORATORIS GANGGUAN PERDARAHAN PADA PENDERITA LEPTOSPIROSIS BERAT.  
  150. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK Phyllanthus Niruri L TERHADAP FUNGSI FAGOSITOSIS MAKROFAG PADA MENCIT BALB/C YANG DIINFEKSI Salmonella Typhimurium.  
  151. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK Phyllanthus Niruri L TERHADAP FUNGSI FAGOSITOSIS MAKROFAG PADA MENCIT BALB/C YANG DIINFEKSI Salmonella Typhimurium.  
  152. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN JATI BELANDA (Guazuma ulmifolia Lamk) DOSIS BERTINGKAT TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI DUODENUM TIKUS WISTAR.  
  153. HUBUNGAN KECENDERUNGAN PSIKOPATOLOGI KEPRIBADIAN MMPI-2 DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA PENDERITA CEDERA KEPALA RINGAN. program Pascasarjana .
  154. PENGARUH AKUT PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL KULIT AKAR SENGGUGU ( Clerodendron serratum Spreng ) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGIS HEPAR MENCIT Balb/C.  
  155. PENGARUH PEMBERIAN POLIFENOL TEH HIJAU TERHADAP GAMBARAN JUMLAH AgNOR JARINGAN ADENOKARSINOMA MAMMA MENCIT C3H.  
  156. PENGARUH PEMBERIAN MINYAK JINTEN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP MORFOLOGI SPERMATOZOA MENCIT DIABETES MELITUS YANG DIINDUKSI ALOKSAN.  
  157. PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH PARE (Momordica charantia) TERHADAP KADAR HDL DAN LDL KOLESTEROL SERUM TIKUS JANTAN GALUR WISTAR YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK.  
  158. MANIFESTASI KLINIS DAN GAMBARAN LABORATORIK LEUKEMIA MIELOID RONIK DI RSUP DR. KARIADI
  159. PENGARUH PEMBERIAN MINYAK JINTAN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP JUMLAH SPERMATOZOA MENCIT DIABETES MELITUS YANG DIINDUKSI ALOKSAN.  
  160. PENGARUH L-ARGININ TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI SEL TUBULUS GINJAL TIKUS SPRAGUE-DAWLEY YANG DIBERI IOPAMIDOL DOSIS TINGGI INTRAVENA.  
  161. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SALAM(Eugenia polyantha) TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA SERUM TIKUS JANTAN GALUR WISTAR HIPERLIPIDEMIA.  
  162. PERBANDINGAN EFEK ANTIBAKTERI AIR SEDUHAN DAUN SIRIH (Piper betle Linn) TERHADAP Streptococcus mutans PADA WAKTU KONTAK DAN KONSENTRASI YANG BERBEDA.  
  163. The use of RAP in the assessment of growth monitoring and promotion in north Sulawesi: Indonesia. Discussion Paper. Nutrition Research and Development Centre in Bogor. 
  164. PERBEDAAN USIA DAN JENIS KELAMIN PADA JENIS EPILEPSI DI RSUP DR. KARIADI.  
  165. Neurodevelopmental disorder risk in babies with history of hyperbilirubinemia.
  166. Neurodevelopmental disorder risk in babies with history of hyperbilirubinemia.
  167. The Pacific lineage (2E) of JC polyomavirus is prevalent in Sumba Island, Eastern Indonesia.
  168. PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT MENCIT BALB/C.  
  169. KORELASI ANTARA KADAR GULA DARAH SEWAKTU PENDERITA STROKE ISKEMIK SAAT MULAI DIRAWAT DENGAN WAKTU-KEPULANGAN DAN WAKTU-KEMATIAN DALAM 30 HARI PERTAMA.  
  170. Hubungan Paparan Debu Kayu dan Formaldehid dengan Faktor Risiko Terjadinya Karsinoma Nasofaring : (Studi Observasional pada Pasien Keganasan Kepala Leher di Klinik Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala dan Leher RS. Dr. Kariadi
  171. RELIABILITAS EKSTERNA PEMERIKSAAN SMEAR VAGINA DENGAN KRITERIA SPIEGEL DALAM MENDIAGNOSIS BACTERIAL VAGINOSIS PADA IBU HAMIL.  
  172. PERBANDINGAN GEJALA KLINIS YANG DOMINAN PADA INFLUENZA LIKE ILLNESS YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS INFLUENZA A, B, DAN VIRUS LAINNYA.  
  173. PERKEMBANGAN KOAGULOPATI SEBAGAI INDIKATOR PROGNOSIS PADA CEDERA KEPALA DENGAN GAMBARAN CT SCAN DIFFUSE INJURY. 
  174. PERBANDINGAN TINGKAT SENSITIVITAS DAN SPESIFISITAS PADA PEMERIKSAAN INFLUENZA A DENGAN MENGGUNAKAN RAPID TES DAN REAL TIME-REVERSE TRANSCRIPTASE PCR (rRT-PCR).  
  175. RELIABILITAS INTERNA PEMERIKSAAN SMEAR VAGINA DENGAN KRITERIA SPIEGEL DALAM MENDIAGNOSIS BACTERIAL VAGINOSIS PADA IBU HAMIL.  
  176. UJI DAYA ANTHELMINTIK INFUS DAUN DAN INFUS BIJI PARE (Momordica charantia) TERHADAP CACING GELANG AYAM (Ascaridia galli) SECARA IN VITRO.  
  177. AKTIVITAS MINYAK ATSIRI DAUN SEREH (Cymbopogon winterianus,jowitt) TERHADAP MALASSEZIA FURFUR IN VITRO.  
  178. PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK LIDAH BUAYA ( Aloe vera ) 100%, ZINC PYRITHIONE 1% DAN KETOKONAZOL 1% SECARA IN VITRO TERHADAP PERTUMBUHAN Pityrosporum ovale.  
  179. HUBUNGAN ANTARA LAMA PAPARAN ARUS LISTRIK BOLAK-BALIK (AC) DALAM AIR TERHADAP KERUSAKAN OTOT INTERCOSTALIS TIKUS WISTAR.  
  180. PERBEDAAN DESINFEKSI ANTARA POVIDON IODINE DAN ALKOHOL 70 % DENGAN ALKOHOL 70 % TERHADAP HASIL KULTUR DARAH SEPTIKEMIA.  
  181. PENGARUH PEMBERIAN FENTANIL SETELAH 3 MENIT PADA LARINGOSKOPI DAN INTUBASI TERHADAP RESPON KARDIOVASKULER. 
  182. PERBEDAAN TAJAM PENGLIHATAN PASCA OPERASI KATARAK SENILIS DI RSUP. DR. KARIADI SEMARANG(Antara Operator Dokter Spesialis Mata dan Calon Dokter Spesialis Mata Tahap mandiri).  
  183. PENGARUH PEMBERIAN TEH KOMBUCHA PER ORAL DENGAN DOSIS BERTINGKAT TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGIS HEPAR MENCIT BALB/c.  
  184. PERUBAHAN TEKANAN DARAH DAN LAJU JANTUNG 30 MENIT PASCA INSISI PADA PASIEN BEDAH ONKOLOGI YANG MENDAPATKAN 0,5 MG/KGBB KETAMIN PREINSISI. 
  185. Hubungan Nitric Oxide dengan Parasitemia pada Mencit Balb/c yang Diberi Andrographis paniculata dan Diinokulasi Plasmodium berghei ANKA.  
  186. HUBUNGAN LAMA PAPARAN ARUS LISTRIK BOLAK-BALIK DI AIR TERHADAP DERAJAT KERUSAKAN OTOT EKSTREMITAS TIKUS WISTAR.  
  187. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN KEJADIAN KECACINGAN Soil Transmitted Helminth (STH) PADA PEKERJA GENTENG DI DESA KEDAWUNG KABUPATEN KEBUMEN JAWA TENGAH.  
  188. PERBANDINGAN TINGKAT KESESUAIAN ANTARA SPESIMEN SWAB HIDUNG DAN SWAB TENGGOROK UNTUK MENDETEKSI VIRUS INFLUENZA A DENGAN METODE REVERSE TRANSCRIPTASE POLYMERASE CHAIN REACTION (RT-PCR).  
  189. KESESUAIAN HASIL IDENTIFIKASI ALERGEN PADA PENDERITA DENGAN RIWAYAT URTIKARIA AKUT MENGGUNAKAN METODE UJI TUSUK ( PRICK TEST ) DAN METODE WAWANCARA ( ANAMNESIS )