web site hit counter

Download skripsi, tesis dan disertasi jurusan akupunktur

Download ratusan skripsi, tesis dan disertasi jurusan akupunktur hanya di skripsi.co.id

Download skripsi gratis jurusan akupunktur

Skripsi, tesis dan disertasi jurusan akupunktur

 
PENGARUH ANALGESIA AKUPUNTUR
 
FREKUENSI KOMBINASI
 
TERHADAP ONSET NYERIPASIEN PASCA OPERASI KRURIS TERTUTUP

Tingkat kecelakaan lalu lintas di Indonesia yang semakin tinggimenyebabkan jumlah pasien fraktur tulang semakin banyak. Frekuensitertinggi trauma akibat kecelakaan lalu lintas bagi pengguna sepeda motordan sepeda adalah fraktur pada ekstrimitas inferior. Kecelakaan sepedamotor adalah penyebab paling lazim fraktur tibia dan fibula (Apley, 1995).Sekitar 60 – 70 % korban menderita cedera pada daerah tibia karenabemper mobil tingginya sama dengan tinggi tungkai bawah. Patah tulangtibia dan fibula sering disebut sebagai patah tulang kruris (tungkai bawah).Rehabilitasi pasca operasi muskuloskeletal, khususnya tulang tibia adalahditujukan agar fungsi penopang tubuh dan alat gerak dapat dipertahankandengan baik, maka keluhan nyeri harus dikontrol, umumnya dengan obat-obatan analgetik yang digolongkan berdasarkan intensitas nyeri(DeJong,2005).Adanya resiko interaksi obat dan efek samping yang ditimbulkan olehobat pengontrol nyeri, maka perlu dicari tindakan alternatif yangmenggantikan/menunjang efektivitas kerja obat pengontrol nyeri, sehinggamampu meniadakan/mengurangi dosis yang digunakan. Kombinasianalgesik tidak memberikan keuntungan secara nyata, dapatmenimbulkan bahaya dan harganya akan menjadi lebih mahal.Menggunakan kombinasi analgesik juga akan mengkombinasi efeksamping masing-masing kelas analgesik sebagai konsekuensinya.Kombinasi ini lebih sering menyebabkan kerusakan ginjal daripadapenggunaan secara tunggal. Semakin banyak bahan aktif yang diminumoleh pasien, semakin banyak kemungkinan efek samping yang akantimbul. Kalau pasien ternyata alergi obat, sulit untuk menentukan bahanaktif yang mana sebagai penyebab alerginya (Aman, 2008).
Berikut beberapa analgesik yang digunakan pasca bedah dan efeksampingnya, antara lain paracetamol digunakan untuk nyeri ringan sampaisedang, dengan efek samping minimal berupa hepatotoksik (Ganiswara,1995).Non selektif
Non Steroid Anti Inflamation Drugs ( 
NSAID’s) digunakanuntuk nyeri sedang, dengan efek samping pada saluran pencernaan,kardiovaskuler, ren, dan hepar. Cox-2 Inhibitor NSAID digunakan untuknyeri sedang, dengan efek samping lebih ringan dari Non selektifNSAID’s. Opioid digunakan untuk nyeri sedang sampai berat, dengan efeksamping depresi nafas, depresi saraf pusat, dan adiksi. Tramadoldigunakan untuk nyeri sedang sampai agak berat, dengan efek sampingnausea, fatique, dan dizziness (Abrory, 2008).Telah terbukti bahwa peranan akupuntur untuk
pain relief 
adalahcukup baik sebagai pengganti analgesik tingkat sedang. Melaluimekanisme kerja pelepasan
morphin like substance 
(endhorphin) dalamotak akibat tindakan akupuntur (Saputra K.dkk, 2005).Beberapa contoh pengalaman klinik yang pernah dilakukan terkaitakupuntur analgesi adalah pelaksanaan akupuntur pada operasi struma.Analgesi dihasilkan dari stimulasi akupuntur, premedikasi dengan pethidin50 mg, dan diazepam 5 mg. Didapatkan toleransi pasien berupa nyeriyang ditoleransi, vital sign dalam batas normal, perdarahan sedikit, dantidak perlu perawatan di RR / PACU (Pardi, 2008).Sejak berpuluh abad yang lalu, telah diketahui bahwa rangsanganakupuntur pada titik akupuntur tertentu dapat menghasilkan reaksihilangnya rasa nyeri pada daerah tubuh tertentu. Rangsangan akupunturpada titik He Ku dapat menghasilkan pengurangan rasa nyeri pada daerahmulut - tenggorokan. Reaksi pengurangan rasa nyeri tersebut akanbertambah kuat bilamana rangsangan pada titik itu diperkuat. Sejakpertengahan abad ini, telah berkembang penggunaan akupuntur dalambidang anestesi melalui pengalaman-pengalaman praktek dan riset. Padaawalnya, penggunaan akupuntur dalam bidang anestesi menggunakan
 
istilah akupuntur narkose, tetapi kemudian istilah itu diganti denganAkupuntur Analgetik. Penggunaan akupuntur dalam bidang anestesimenghasilkan reaksi analgetik tanpa ada kehilangan kesadaran danperasaan yang lain (terhadap tekanan, getaran, dan lain-lainnya).Berdasarkan pengalaman-pengalaman praktik, kelebihan dari akupunturanalgetik dalam bidang anestesi adalah sebagai berikut : Tidak ada efeksamping, tidak ada bahaya dosis berlebihan. Akupuntur analgetik jugadapat diberikan/dilakukan pada penderita dengan fungsi jantung, hati, danginjal yang kurang baik. Fungsi fisiologik organ selama pemberianakupuntur analgetik tidak mengalami gangguan yang berarti. Denyut nadi,pernapasan, dan tekanan darah relatif stabil selama pembedahan denganakupungtur analgetik. Sebaliknya, menurut H.H. Hergert (1974), akupunturanalgetik menaikkan tekanan darah sekitar 10 - 30 mmHg, sehinggahipertensi merupakan kontraindikasi. Bahaya gangguan sirkulasi darahhingga timbul syok tidak tercatat. Penderita selama pembedahan dapatmelakukan gerakan dan dapat memberitahu yang dirasakannya untukpenyempurnaan tindakan pembedahan yang membutuhkan kerja samapenderita. Peralatan dan tindakan akupuntur analgetik bersifat ekonomis.Sekalipun harga elektrostimulator untuk akupungtur analgetik cukup tinggi,peralatan itu dapat dipakai berulang kali dan dengan perawatan yang baikdapat digunakan bertahun-tahun lamanya ( Tjahyati & Ismail, 2008 ).Tercantum pula dalam Al-quran tentang menolong orang sakitdengan pengobatan dan Allah yang menyembuhkan penyakit:Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia,maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusiasemuanya.(Al-maidah/5:32)Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.( AsySyu'araa'/26:80)Bertolak dari hal diatas, maka dibuat penelitian tentang efek analgesiyang ditimbulkan oleh akupuntur frekuensi kombinasi dalam menimbulkanefek
pain relief 
pada pasien fraktur tungkai bawah yang menjalani operasi.
 
Perumusan Masalah Masalah yang dapat dirumuskan yaitu apakah ada pengaruh analgesiaakupuntur frekuensi kombinasi terhadap onset nyeri pasca operasi kruristertutup ?C. Tujuan PenelitianPenelitian ini bertujuan mengetahui apakah ada pengaruhanalgesia dari akupuntur frekuensi kombinasi terhadap onset nyeri pascaoperasi kruris tertutup.D. Manfaat PenelitianPenelitian ini memberikan beberapa manfaat antara lain :1. Menambah khasanah ilmu pengetahuan mengenai terapi alternatif,khususnya akupuntur di dalam memberi efek analgesi.2. Mengetahui efek analgesi dari akupuntur frekuensi kombinasi terhadaponset nyeri pasien pasca operasi fraktur tibia tertutup.3. Sebagai dasar penelitian selanjutnya mengenai efek akupunturanalgesi